RSS

>Fast Food Bagi Kehidupan Masyarakat

12 Jun

>

<!–
/* Font Definitions */
@font-face
{font-family:Calibri;
panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;
mso-font-charset:0;
mso-generic-font-family:swiss;
mso-font-pitch:variable;
mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}
/* Style Definitions */
p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal
{mso-style-parent:"";
margin-top:0cm;
margin-right:0cm;
margin-bottom:10.0pt;
margin-left:0cm;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
mso-hyphenate:none;
font-size:11.0pt;
font-family:Calibri;
mso-fareast-font-family:Calibri;
mso-bidi-font-family:Calibri;
mso-ansi-language:EN-US;
mso-fareast-language:AR-SA;}
p
{mso-margin-top-alt:auto;
margin-right:0cm;
mso-margin-bottom-alt:auto;
margin-left:0cm;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:12.0pt;
font-family:"Times New Roman";
mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
mso-ansi-language:EN-US;
mso-fareast-language:EN-US;}
@page Section1
{size:612.0pt 792.0pt;
margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt;
mso-header-margin:36.0pt;
mso-footer-margin:36.0pt;
mso-paper-source:0;}
div.Section1
{page:Section1;}
/* List Definitions */
@list l0
{mso-list-id:329910230;
mso-list-type:hybrid;
mso-list-template-ids:-816175090 -224369808 498473802 830265050 -318483446 1604226608 1076802950 1590444476 386065610 -1354716444;}
@list l0:level1
{mso-level-tab-stop:72.0pt;
mso-level-number-position:left;
margin-left:72.0pt;
text-indent:-18.0pt;}
@list l0:level2
{mso-level-number-format:alpha-lower;
mso-level-tab-stop:72.0pt;
mso-level-number-position:left;
text-indent:-18.0pt;}
@list l0:level3
{mso-level-start-at:0;
mso-level-number-format:none;
mso-level-text:"";
mso-level-tab-stop:18.0pt;
mso-level-number-position:left;
margin-left:0cm;
text-indent:0cm;}
@list l0:level4
{mso-level-start-at:0;
mso-level-number-format:none;
mso-level-text:"";
mso-level-tab-stop:18.0pt;
mso-level-number-position:left;
margin-left:0cm;
text-indent:0cm;}
@list l0:level5
{mso-level-start-at:0;
mso-level-number-format:none;
mso-level-text:"";
mso-level-tab-stop:18.0pt;
mso-level-number-position:left;
margin-left:0cm;
text-indent:0cm;}
@list l0:level6
{mso-level-start-at:0;
mso-level-number-format:none;
mso-level-text:"";
mso-level-tab-stop:18.0pt;
mso-level-number-position:left;
margin-left:0cm;
text-indent:0cm;}
@list l0:level7
{mso-level-start-at:0;
mso-level-number-format:none;
mso-level-text:"";
mso-level-tab-stop:18.0pt;
mso-level-number-position:left;
margin-left:0cm;
text-indent:0cm;}
@list l0:level8
{mso-level-start-at:0;
mso-level-number-format:none;
mso-level-text:"";
mso-level-tab-stop:18.0pt;
mso-level-number-position:left;
margin-left:0cm;
text-indent:0cm;}
@list l0:level9
{mso-level-start-at:0;
mso-level-number-format:none;
mso-level-text:"";
mso-level-tab-stop:18.0pt;
mso-level-number-position:left;
margin-left:0cm;
text-indent:0cm;}
@list l1
{mso-list-id:436486839;
mso-list-template-ids:1838341256;}
@list l1:level1
{mso-level-start-at:2;
mso-level-text:%1;
mso-level-tab-stop:18.0pt;
mso-level-number-position:left;
margin-left:18.0pt;
text-indent:-18.0pt;}
@list l1:level2
{mso-level-text:"%1\.%2";
mso-level-tab-stop:18.0pt;
mso-level-number-position:left;
margin-left:18.0pt;
text-indent:-18.0pt;}
@list l1:level3
{mso-level-text:"%1\.%2\.%3";
mso-level-tab-stop:36.0pt;
mso-level-number-position:left;
margin-left:36.0pt;
text-indent:-36.0pt;}
@list l1:level4
{mso-level-text:"%1\.%2\.%3\.%4";
mso-level-tab-stop:36.0pt;
mso-level-number-position:left;
margin-left:36.0pt;
text-indent:-36.0pt;}
@list l1:level5
{mso-level-text:"%1\.%2\.%3\.%4\.%5";
mso-level-tab-stop:54.0pt;
mso-level-number-position:left;
margin-left:54.0pt;
text-indent:-54.0pt;}
@list l1:level6
{mso-level-text:"%1\.%2\.%3\.%4\.%5\.%6";
mso-level-tab-stop:54.0pt;
mso-level-number-position:left;
margin-left:54.0pt;
text-indent:-54.0pt;}
@list l1:level7
{mso-level-text:"%1\.%2\.%3\.%4\.%5\.%6\.%7";
mso-level-tab-stop:72.0pt;
mso-level-number-position:left;
margin-left:72.0pt;
text-indent:-72.0pt;}
@list l1:level8
{mso-level-text:"%1\.%2\.%3\.%4\.%5\.%6\.%7\.%8";
mso-level-tab-stop:72.0pt;
mso-level-number-position:left;
margin-left:72.0pt;
text-indent:-72.0pt;}
@list l1:level9
{mso-level-text:"%1\.%2\.%3\.%4\.%5\.%6\.%7\.%8\.%9";
mso-level-tab-stop:90.0pt;
mso-level-number-position:left;
margin-left:90.0pt;
text-indent:-90.0pt;}
@list l2
{mso-list-id:1676572562;
mso-list-template-ids:-235765792;}
@list l2:level1
{mso-level-text:%1;
mso-level-tab-stop:21.0pt;
mso-level-number-position:left;
margin-left:21.0pt;
text-indent:-21.0pt;}
@list l2:level2
{mso-level-text:"%1\.%2";
mso-level-tab-stop:21.0pt;
mso-level-number-position:left;
margin-left:21.0pt;
text-indent:-21.0pt;}
@list l2:level3
{mso-level-text:"%1\.%2\.%3";
mso-level-tab-stop:36.0pt;
mso-level-number-position:left;
margin-left:36.0pt;
text-indent:-36.0pt;}
@list l2:level4
{mso-level-text:"%1\.%2\.%3\.%4";
mso-level-tab-stop:36.0pt;
mso-level-number-position:left;
margin-left:36.0pt;
text-indent:-36.0pt;}
@list l2:level5
{mso-level-text:"%1\.%2\.%3\.%4\.%5";
mso-level-tab-stop:54.0pt;
mso-level-number-position:left;
margin-left:54.0pt;
text-indent:-54.0pt;}
@list l2:level6
{mso-level-text:"%1\.%2\.%3\.%4\.%5\.%6";
mso-level-tab-stop:54.0pt;
mso-level-number-position:left;
margin-left:54.0pt;
text-indent:-54.0pt;}
@list l2:level7
{mso-level-text:"%1\.%2\.%3\.%4\.%5\.%6\.%7";
mso-level-tab-stop:72.0pt;
mso-level-number-position:left;
margin-left:72.0pt;
text-indent:-72.0pt;}
@list l2:level8
{mso-level-text:"%1\.%2\.%3\.%4\.%5\.%6\.%7\.%8";
mso-level-tab-stop:72.0pt;
mso-level-number-position:left;
margin-left:72.0pt;
text-indent:-72.0pt;}
@list l2:level9
{mso-level-text:"%1\.%2\.%3\.%4\.%5\.%6\.%7\.%8\.%9";
mso-level-tab-stop:90.0pt;
mso-level-number-position:left;
margin-left:90.0pt;
text-indent:-90.0pt;}
ol
{margin-bottom:0cm;}
ul
{margin-bottom:0cm;} 
BAB I PENDAHULUAN
 

1.1   Latar Belakang Masalah 
Kemajuan ilmu dan teknologi berkembang dengan pesat di berbagai bidang, termasuk dalam bidang pangan, kemajuan teknologi ini membawa dampak positif maupun negatif. Dampak positif teknologi tersebut mampu meningkatkan kuantitas dan kualitas pangan, juga meningkatkan diversivikasi, hygiene, sanitasi, praktis dan lebih ekonomis. Dampak negatif kemajuan teknologi tersebut ternyata cukup besar bagi kesehatan konsumen dengan adanya penggunaan zat aditif yang berbahaya. (Desriani dkk, 2009).
Pengaruh industrialisasi membawa banyak perubahan pada pola pangan berbagai penduduk. Penduduk negara industri tidak lagi mengandalkan pada makanan yang dihasilkan sendiri sebagai usaha tani, akan tetapi pada penghasilan dan makanan yang diolah secara industri. Perkembangan teknologi pangan menyebabkan berbagai pangan dapat diperoleh sepanjang musim, melalui teknik pengeringan, pengalengan, pendinginan, dan radiasi. (Almatsier, 2004)
Kehidupan yang menuntut orang untuk serba cepat ternyata berdampak pada kebutuhan orang lebih memilih untuk sesuatu yang lebih praktis, ekonomis dan tersedia dengan cepat tidak terkecuali dalam memilih menu makanan. Saat ini, khususnya di perkotaan semakin banyak restoran-restoran yang menawarkan makanan siap santap dengan kekhasannya masing-masing dan ternyata masyarakat lebih cepat menerima makanan siap saji dari pada kebiasaan pola makan sehat. (Rahmayani dalam Sahri, 2008)
Gaya hidup masyarakat di kota-kota besar pada era modern sekarang memang berubah. Hal ini dipengaruhi dengan masuknya makanan cepat saji yang kandungan lemak, protein, dan karbohidratnya berlebihan. Berdasarkan penelitian terakhir ACNielsen, di Filipina 99% orang, Taiwan dan Malaysia 98% orang dan Indonesia 85% orang pernah makan di restoran cepat saji. (Elitha, 2009)
Umumnya makanan cepat saji ini rasanya cukup lezat, mengandung banyak lemak dan rendah serat karena sedikit sekali sayuran dan buah-buahan segar. Selain itu, biasanya bila makan di restoran maka minuman yang diminum berupa minuman yang manis, seperti soft drinks (sprite, coca cola, pepsi, fanta dan lain-lain), es krim dan jus buahan-buahan yang ditambah gula. 

Ada 8 (delapan) penyakit yang paling umum dengan masalah makanan, termasuk makanan cepat saji, yaitu : Penyakit jantung Koroner, Serangan otak (stroke), Hipertensi, Diabetes Mellitus, Obesitas, Haemmoroid, Kanker terutama saluran cerna dan Gout. (Cahyono, 2008)
Sesungguhnya masyarakat perlu waspada akan adanya bahaya efek merugikan kesehatan apabila gemar menyantap “junk-food” (istilah lain dari makanan cepat saji) Tidak kurang dari ahli-ahli kesehatan WHO mengungkapkan, bahwa kebiasaan sering menyantap makanan “fast-food” khususnya bagi kanak-kanak dapat mengakibatkan obesitas. Obesitas ini terjadi akibat dari pola makan dengan gizi berlebih namun dengan komposisi yang kurang sehat disamping kecenderungan semakin berkurangnya aktivitas fisik anak bermain sehari-hari pada masyarakat masa kini. Anak yangg tumbuh kembang dengan mengalami kegemukan pada usia dewasanya nanti beresiko tinggi untuk mengalami penyakit bawaan kegemukan, terutama terkena serangan penyakit jantung koroner yg mematikan pada usia relatif muda yakni 30-40 tahun. WHO bahkan mewanti-wanti bahwa kegemukan pada kanak-kanak benar-benar menjadi epidemi global yg tidak saja terjadi di negara-negara industri maju namun juga telah mengancam kesehatan di negara berkembang, termasuk Indonesia. Data penelitian ahli-ahli FK-UI atas 254 kanak SD di Jakarta berusia 6 – 12 tahun pada tahun 2000 menyimpulkan, bahwa 27,5% anak-anak usia SD mengalami obesitas. Sedangkan data pada tahun yg sama memperkirakan bahwa dari 210 juta lebih penduduk Indonesia jumlah penduduk yang overweight diperkirakan mencapai 17.5% (76.7 juta). (Sumber: Portal IPTEK)
Berdasarkan penelitian Padmiari (2002) tentang ”makanan cepat saji dan risiko obesitas, ditemukan sekitar 15,8% dari 154 anak usia SD di Kota Denpasar mengalami Obesitas. Terdiri atas 9,7% laki-laki dan 3,9% perempuan, dan penelitian lanjutan sempat dilakukan Padmiari di tahun 2004 terhadap 2.700 orang dewasa ditemukan sebanyak 10,5% orang dewasa  di Denpasar mengalami obesitas akibat mengkonsumsi makanan cepat saji. (Padmiari, 2007)
Ahli kesehatan WHO mengungkapkan, bahwa obesitas pada anak-anak terjadi terutama akibat dari pola makan dengan gizi berlebih namun dengan komposisi yang kurang sehat seperti makanan cepat saji (makanan cepat saji), snack kemasan pabrik, dan macam-macam jajanan dengan bahan pengawet yang disukai anak-anak serta semakin berkurangnya aktivitas fisik anak bermain sehari-hari menjadi salah satu sebab terjadinya obesitas. Anak yang tumbuh kembang dengan mengalami kegemukan pada usia dewasanya nanti beresiko tinggi untuk mengalami penyakit bawaan kegemukan, terutama terkena serangan penyakit jantung koroner yang mematikan pada usia 30-40 tahun. (Eddy Al, 2005)
Konsumsi makanan cepat saji (makanan cepat saji) yang saat ini cenderung meningkat di berbagai kota besar. Hal ini disebabkan karena masyarakat di kota besar menginginkan segala sesuatu yang serba cepat termasuk dalam menyediakan makanan. Pergaulan remaja juga salah satu faktor lingkungan yang mempengaruhi. Remaja cenderung mengonsumsi fast-food dan soft-drink untuk menciptakan citra diri yang modern dalam komunitasnya. Remaja usia sekolah juga merupakan suatu kelompok masyarakat yang relatif rentan terhadap iklan terutama iklan makanan cepat saji di televisi. Adanya iklan-iklan produk makanan cepat saji di televisi dapat meningkatkan pola konsumsi atau bahkan gaya hidup masyarakat pada umumnya. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian mengenai pola konsumsi makanan cepat saji di kalangan remaja. (Pos Metro Padang, 2009)
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, diketahui bahwa seiring kemajuan teknologi sudah semakin banyak didirikan restoran cepat saji. Terutama di pusat perbelanjaan, banyak aneka makanan cepat saji yang ditawarkan di sana. Oleh karena itu, penulis merasa tertarik untuk mengetahui bagaimana perilaku makan remaja terhadap makanan cepat saji (fast food) dalam suatu makalah.
1.2   Perumusan Masalah
Pembahasan makalah ini diarahkan pada food habit (perilaku makan) remaja terhadap makanan cepat saji (fast food). Pada makalah ini penulis merumuskan permasalah sebagai berikut : “Mengapa dan bagaimana dampak makanan cepat saji menjadi tren di kalangan remaja?”.
1.3   Tujuan Penulisan
Penulisan makalah ini ditujukan untuk mengetahui : “Mengapa dan bagaimana dampak makanan cepat saji menjadi tren di kalangan remaja”.
1.4   Manfaat Penulisan
Diketahuinya gambaran perilaku remaja terhadap konsumsi makanan cepat saji diharapkan dapat bermanfaat bagi :
1.       Penulis
Dapat meningkatkan wawasan mengenai perilaku makan remaja terhadap makanan cepat saji (fast food) berdasarkan perilaku dan dampaknya bagi kehidupan mereka di masa yang akan datang.
2.       Keilmuan
Dapat menyumbangkan saran perkembangan keilmuan terutama gizi bagi remaja dan perkembangannya.
3.       Peneliti Lain
Mampu meneliti lebih luas dengan kajian yang lebih cermat, teliti, lengkap dan akurat sehingga apa yang diungkapkan penulis dapat lebih teruji dibuktikan dengan hasil penelitian yang lebih valid.

. ………………………………….. dst


Untuk Detailnya Silahkan Download disini…..
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 12 Juni 2010 in Downloads

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: