RSS

Studi Kasus Kegiatan Ekstrakurikuler Bola Volly

20 Nov

 STUDY KASUS TERHADAP FAKTOR PENYEBAB TIDAK BERJALANNYA
KEGIATAN EKSTRAKURIKULER BOLA VOLLY

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Kemajuan di era modern sekarang ini, karakter dan ruang lingkup pendidikan telah berubah, pendidikan tidak hanya terbatas oleh kurikulum formal melainkan diperluas dengan pendidikan di luar sekolah. Dengan melihat potensi yang ada pada kegiatan rekreasi, maka rekreasi melalui kegiatan-kegiatannya memberi kemungkinan untuk dijadikan mediasi untuk mencapai tujuan pendidikan.

Murni dan Saputra (2000:25) menjelaskan bahwa :
Pendidikan rekreasi merupakan proses pendidikan, karena tujuannya bersifat mendidik. Dalam pelaksanaannya, kegiatan rekreasi digunakan sebagai wahana atau pengalaman belajar. Melalui pengalaman belajar inilah, maka siswa sebagai peserta didik akan tumbuh dan berkembang guna mencapai tujuan pendidikan. Dengan kata lain, pendidikan rekreasi adalah proses ajar melalui kegiatan rekreasi dan sekaligus pula sebagai proses ajar untuk menguasai aspek kognitif, afektif dan psikomotor.

Fungsi sekolah dalam pendidikan rekreasi adalah penting dalam menyampaikan program untuk meningkatkan pemahaman dan pemanfaatan waktu luang dan rekreasi bagi para peserta didik. Fungsi rekreasi sebagai pengaruh kekuatan sosial, materi dan metode pendidikan sama pentingnya.
Salah satu dampak yang cukup besar dari kegiatan rekreasi pada institusi pendidikan adalah pengembangan sikap sosial. Pendidikan sekarang bersifat pemenuhan akan fungsi kelembagaan yang harus membantu individu untuk memperluas sikap dan pemahaman tentang waktu luang dan pengembangan skill.  Dampak lain dari kegiatan rekreasi pada pendidikan adalah memahami tidak hanya etika bermain tetapi juga memahami makna perselisihan dan tekanan serta berupaya untuk mencari solusinya.
Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan oleh penulis bahwa pelaksanaan olahraga rekreasi di SMP PGRI 23 Bantarsari mengalami berbagai kendala. Kendala-kendala tersebut diduga kuat sebagai faktor penyebab ketidaklancarannya suatu kegiatan yang telah diprogramkan, seperti halnya kegiatan olahraga rekreasi. Dari keterangan yang diberikan oleh salah seorang guru, sebenarnya kendala ini disebabkan oleh ketidaksesuaiannya antara kegiatan olahraga rekreasi yang menjadi pilihan siswa dengan keadaan faktor penunjang yang dimiliki oleh sekolah. Selain itu, faktor ketiadaan pembimbingpun turut pula menjadi kendala para siswa pada saat melaksanakan olahraga rekreasi. Benar tidaknya keterangan ini patut dibuktikan. upaya untuk mengatasi hal tersebut telah dan sedang dilakukan oleh sekolah. SMP PGRI 23 Bantarsari berbesar harapan apabila suatu saat nanti, kegiatan olahraga rekreasi yang telah diprogramkan dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya.
Agar diperoleh gambaran yang lebih jelas dan objektif, itu sebabnya penelitian ini dilakukan dan hasilnya akan mengisi laporan penulisan skripsi yang diajukan sebagai salah satu syarat kesarjanaan penulis. Adapun judul skripsi yang dimaksud, yaitu : “Pengaruh Olahraga Rekreasi terhadap Perubahan Sikap Siswa di SMP PGRI 23 Bantarsari”.

B. Rumusan Masalah
Untuk kepentingan penelitian ini, peneliti merumuskan masalah yaitu Bagaimana pengaruh olahraga rekreasi terhadap perubahan sikap siswa di SMP PGRI 23 Bantarsari”.

C. Tujuan Penelitian
Dalam melakukan penelitian ini sudah barang tentu ada tujuan yang ingin di capai. Adapun tujuan yang dimaksud adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh olahraga rekreasi terhadap perubahan sikap siswa di SMP PGRI 23 Bantarsari.

D. Batasan Masalah
Penelitian ini di fokuskan pada hal-hal sebagai berikut :
1.    Faktor-faktor internal yang berasal dari siswa, yang meliputi keterampilan, gairah belajar, sikap hidup, kepribadian.
2.    Siswa yang menjadi objek penelitian adalah siswa yang aktif dalam kegiatan ekstrakulikuler kelas 2 SMP PGRI 23 Bantarsari tahun ajaran 2005/2006
3.    Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey, dengan menggunakan instrumen utamanya adalah angket jenis tertutup
E. Definisi Operasional
Ada beberapa istilah yang sengaja dimunculkan untuk didefinisikan arti dan maknanya. Pendefinisian ini dilakukan untuk memperjelas dan juga mempertegas arti dan makna dari setiap istilah yang kerapkali digunakan istilah-istilah yang dimaksud, adalah sebagai berikut.
1)    Pengaruh adalah Merupakan akibat yang dapat menyebabkan berubahnya suatu hasil yang diakibatkan oleh adanya perubahan suatu hal.
2)    Olahraga rekreasi adalah olahraga yang dijadikan sarana rekreasi untuk mencapai tujuannya.
3)    Rekreasi merupakan aktivitas pengisi waktu luang yang dilakukan secara individu atau kelompok tanpa paksaan dengan melibatkan unsur fisik, psikis, emosional, dan sosial yang mengandung sifat sebagai pemulihan kembali keadaan yang ditimbulkan akibat aktivitas rutin.
4)    Guru penjas yaitu guru yang bertugas membimbing dan melatih siswa dalam pelajaran olahraga.
5)    Perkembangan sikap adalah “sikap mental yang khusus untuk menanggapi berbagai pengalaman yang dapat mengubah pengalaman-pengalaman itu, atau suatu kesiapan untuk melakukan tertentu”. (Qadar,1985:26).
6)    Perubahan sikap siswa adalah perbedaan antara hasil dari tes permulaan, sebelum diadakan olahraga rekreasi dan hasil setelah diadakan olahraga rekreasi.

F. Anggapan Dasar
Dalam penelitian penting artinya suatu anggapan dasar, terutama untuk menjajaki segala kemungkinan dalam penelitiannya. Dalam hal ini Winarno Surakhmad (1990:107) mengungkapan bahwa anggapan dasar adalah :”Sebuah titik tolak pemikiran yang kebenarannya diterima oleh penyelidikan”.
Sesuai dengan pengertian tersebut di atas, maka anggapan dasar dalam penelitian ini sebagai berikut :
1.    Olahraga rekreasi adalah bagian dari mata pelajaran penjaskes yang mempunyai banyak kegiatan. Seperti halnya pada olahraga pada umumnya dengan olahraga rekreasi maka akan memacu perkembangan manusia secara menyeluruh misalnya perkembangan-perkembangan jasmani, koordinasi gerak, kejiwaan dan sosial. (Uus, 2004:8) Tujuan utama olahraga rekreasi adalah untuk mengajarkan permainan sehingga  siswa dapat terlibat secara aktif dan dapat meningkatkan keterampilan bermain siswa yang akan berdampak positif terhadap perilaku hidupnya.
2.    Sikap adalah kesiapan pada seseorang untuk bertindak secara tertentu terhadap hal-hal tertentu” (Mas’ud Hasan Abdul Qadar, 1985:26). Sedangkan menurut Warren sikap itu adalah “sikap mental yang khusus untuk menanggapi berbagai pengalaman yang dapat mengubah pengalaman-pengalaman itu, atau suatu kesiapan untuk melakukan tertentu”. (Waren dalam Mas’ud Hasan Abdul Qadar, 1985:26) Kemudian Droba mengemukakan bahwa “sikap adalah gaya mental manusia untuk bertindak ke arah atau menentang suatu obyek tertentu” (Rochman Natawijaya, 1979:123). Selanjutnya Allport merumuskan bahwa “sikap itu adalah keadaan siap yang bersifat mental dan netral, yang terusun melalui pengalaman yang mengarahkan pengaruh yang mengarah atau dinamik kepada respon yang dilakukan terhadap semua obyek dan situasi yang berhubungan dengan inividu yang bersangkutan” (Rochman Natawijaya, 1979:123).
Dari pernyataan tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa sikap adalah kesediaan mental individu yang mempengaruhinya mewarnai bahkan menentukan kegiatan individu yang bersangkutan dalam memberikan respon terhadap obyek atau situasi yang mempunyai arti baginya.
3.    Perubahan sikap siswa terhadap olahraga sangat dipengaruhi kemampuan guru dalam memilih metode yang tepat yang salah satunya adalah olahraga rekreasi sehingga dapat memacu perkembangan sikap siswa secara menyeluruh misalnya perkembangan jasmani, koordinasi gerak, kejiwaan dan sosial. Menurut Haditomo (1989:125) menjelaskan bahwa manfaat olahraga rekreasi bagi anak-anak adalah dapat memajukan aspek-aspek perkembangan seperti motorik, kreativitas, kecakapan-kecakapan fungsi sosial dan kognitif dan juga perkembangan motivasi dan emosional.
Berdasarkan pemahaman tersebut, anggapan dasar penelitian ini adalah sebagai berikut :
1.    Perkembangan sikap siswa yang berbeda terhadap olahraga maka memungkinkan guru untuk mencari suatu metode yang tepat yang dapat meningkatkan keterampilan siswa yang telah dimilikinya.
2.    Pembelajaran olahraga rekreasi dapat meningkatkan perkembangan sikap siswa apabilan dilakukan dengan baik. Pelaksanaan pembelajaran dikatakan sukses jika anak dapat memahami dan dapat mengandung arti bagi dirinya.
3.    Peranan guru penjas harus dapat menjiwai esensi dari olahraga rekreasi sehingga diharapkan di dalam mengimplementasi pengajarannya akan dapat memberikan arah dan pemahaman yang lebih baik pada siswa tentang olahraga rekreasi.

Untuk Yang lengkap Hubung Ane Coy KLIK DISINI

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 20 November 2010 in SKRIPSI

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: